Metode tematik
| | Behavior | kogniotif | Social learning | Humanistik | Kontruktivistik |
| Fokus pendekatan | · Prilaku atau respon lahiriah | · Proses internal mental | · Memberikan kebebasan | · Memberikan kebebasan | · Interaksi social individu dengan linkungan |
| Cakupan ranah | · Gerak fisik | · Cipta dan rasa | · Moral social | · Gerak fisik, cipta dan rasa | · Gerak fisik, cipta, rasa, dan interaksi social |
| Dorongan belajar | · Conditioning · Faktor exsternal | · Bersifat fitrah( child have to learch) · Faktor internal | · Peniruan dan contoh prilaku (imitation dan modeling) | · Kebutuhan sehari-hari pengamatan dan pengalaman | · Bersifat abstrak dari pengalaman dan pemahaman baru |
| Belajar | · Reflek dari pembiasaan / tanpa potensi kecerdasan apapun | · Keputusan dari kesadaran atau keinginan | · Interaksi kognitif social | · Kebebasan belajar dan kebutuhan | · Interaksi kognitif social dan pembentukan pengetahuan |
| Contoh/studi kasus | · Orang atau anak tanpa kecerdasan potensi apapun jika dilatih atau dilakukan pembiasaan maka akan memiliki potensi | · Bahwa setiap orang lahir sudah memiliki potensi | · Budaya luar yaitu lingkungan sangat berpengaruh · Imitation dengan modeling inilah yang membuat guru jadi penting, jika gunya kerdil maka akan lahir murid kerdil juga | · Bahwa didalam belajar hendaknya siswa tdak dipaksa agar siswa lebih mandiri dan bertanggungjawab atas keputusan yang diambilnya | · Interaksi anak yang sedang berkembang dengan lingkungannya dapat tercapai jika adanya keseimbangan antara proses asimilasi dan akomodasi |


Tidak ada komentar:
Posting Komentar